Hindari 5 Hal Ini Agar Kuliahmu Tak Berhenti di Semester Awal

Hindari 5 Hal Ini Agar Kuliahmu Tak Berhenti di Semester Awal

Masa-masa kuliah, siapa sih yang nggak exited? Saat tak ada lagi seragam yang harus dipakai, saat proses belajar mengajar menjadi lebih fleksibel daripada ketika masih di bangku SD, SMP maupun SMA. Pada saat proses pendaftaran maupun seleksi pasti rasanya ingin segera masuk kuliah, bertemu wajah baru dan dunia baru.

Ya, awalnya memang pasti seperti itu.

Tapi ketika memasuki semester awal, siapa sangka? Pemikiran tersebut, rasa exited itu bisa saja berubah 180 derajat dari sebelumnya. Yang awalnya begitu bersemangat, bisa saja menjadi begitu malas dan tak punya semangat.

Kenapa??

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan semangat itu luntur begitu saja.

Sebelum kamu mengambil jalan yang salah ketika berada di semester awal perkuliahan, yuk simak hal-hal berikut yang harus kamu hindari sebelum akhirnya kamu mengambil keputusan yang kurang tepat.

1. Tawaran Pekerjaan yang menggiurkan

Tawaran Pekerjaan yang menggiurkan

Sebenarnya ini adalah hal yang positif. Tak perlu dihindari sepenuhnya, namun cari solusi terbaik. Jangan karena adanya tawaran pekerjaan yang menarik membuat semangat kuliah runtuh begitu saja. Memang ada sebagian orang yang mampu sukses tanpa menempuh pendidikan di bangku kuliah, namun bukan berarti pendidikan di bangku kuliah itu tak diperlukan.

Pendidikan tetaplah penting, apalagi di Indonesia masih menjunjung tinggi pendidikan. Yang artinya ketika melamar pekerjaan di kemudian hari, perusahaan-perusahaan di Indonesia rata-rata pasti melihat riwayat pendidikan orang yang bersangkutan.

Kan bisa beli ijazah?

Oke, tapi itu kan ilegal. Sebisa mungkin jangan menggunakan cara yang ilegal. Orang sukses yang baik takkan pernah menggunakan cara yang ilegal.

Solusi terbaik untuk masalah ini adalah membuat penawaran dengan pihak pemberi pekerjaan agar kamu diberi keringanan waktu sehingga masih dapat menempuh bangku kuliah sambil bekerja. Tentu ini pilihan terbaik kan? Daripada mengorbankan salah satunya.

Oh tidak, ada satu yang kamu korbankan. Ketika bekerja sambil kuliah maka waktu luangmu akan semakin sedikit, yang artinya waktumu untuk bersenang-senang dan bebas dari pekerjaan maupun kuliah itu hanya sedikit. Selama kamu mampu menerima hal tersebut, dan mengatur waktu sebaik mungkin maka kamu pasti mampu menjalani pekerjaan dan kuliah secara bersamaan.

 

2. Adanya pemikiran “Masih awal masuk, nggak rugi kalau keluar sekarang”

Adanya pemikiran “Masih awal masuk, nggak rugi kalau keluar sekarang”

Ini cukup bahaya sih. Pengaruh seperti ini susah diprediksi juga, tak pernah tau datangnya darimana. Karena terkadang pemikiran tersebut muncul bukan karena faktor luar tapi karena memang diri kita sendiri yang memunculkan pemikiran tersebut. Secara logika memang benar, saat masih awal masuk kemudian langsung keluar itu kita nggak akan rugi banyak karena uang dan waktu yang digunakan untuk kuliah masih sedikit sebab masih semester awal.

Tapi, jika hal ini kita ikuti tanpa sadar akan menjadi kebiasaan. Tanpa sadar kita telah menggampangkan yang namanya kuliah. Jelas tak menutup kemungkinan ini akan terjadi lagi ketika kamu ingin kuliah lagi di kemudian hari.

Percaya deh, pemikiran tersebut hanyalah pemikiran sesaat sebagai ujian kecil yang menguji kekuatan kamu diawal masa kuliah. Dan sudah seharusnya untuk mengabaikan pemikiran tersebut agar tak menjadi boomerang di kemudian hari.

 

3. Datangnya pengaruh bahwa “Kuliah itu Susah”

Datangnya pengaruh bahwa “Kuliah itu Susah”

Nah kalau ini biasanya secara nggak langsung kita dapatkan atau muncul saat kita melihat kegiatan-kegiatan mahasiswa semester tua yang super padat. Yah namanya juga mahasiswa semester tua, banyak yang harus mereka urus untuk mengejar kebutuhan skripsi dan kelulusan. Tak sedikit pula diantara mahasiswa semester tua tersebut yang mengeluh akan susahnya kuliah. Dan inilah yang terkadang mampu menjadi trigger buruk untuk mahasiswa semester awal.

Mereka yang masih newbie, masih belum mengerti bagaimana proses nyata yang terjadi di semester tua tentu akan berpikir bahwa “wah, kuliah susah ya, itu kakak-kakaknya aja sampe bilang susah gitu”. Hhhmm, jangan berpikir sempit dan pendek seperti itu ya guys. Jangan menyimpulkan suatu hal hanya berdasarkan apa yang kamu lihat.

Sebelum memutuskan apakah kuliah itu sulit atau tidak, sebaiknya kamu pahami dulu apa yang membuat sulit tersebut. Karena pada dasarnya nggak ada yang sulit jika kita sudah memahami betul prosesnya. Ini hanya masalah manajemen waktu dan tugas. Saat kamu tidak bisa mengatur waktu dan tugas kuliahmu, tentu kamu akan kesulitan di semester akhir karena harus mengejar keterlambatan materi atau hal lainnya.

Namun, jika kamu dapat mengatur waktu dan tugas kuliahmu dengan baik, aku yakin kuliahmu tak akan sesulit yang kamu bayangkan. Percaya deh! 🙂

 

4. Rasa malas yang mulai mucul

Rasa malas yang mulai mucul

Lucu juga sih, baru awal masuk kuliah kok sudah muncul rasa malas hehehe. Tapi kita nggak pernah tahu, sebab rasa malas itu sendiri bisa muncul kapan pun, tak mengenal waktu. Sudah dapat dipastikan rasa malas ini muncul dari diri sendiri.

Dan cara mengatasinya tentu saja dengan melawan rasa malas tersebut. Cari motivasi yang kuat agar kamu dapat dengan mudah mengalahkan rasa malas itu. Jadikan motivasi tersebut semakin kuat dan semakin kuat setiap harinya. Dengan begitu, akan kecil kemungkinan rasa malas itu muncul kembali dan mengganggu kehidupan kuliahmu.

Ingat ini, “Jangan sampai kamu menyesal karena rasa malas di masa lalu”.

Karena masa lalu takkan pernah bisa diulang dan takkan pernah bisa diubah, jadi akan lebih baik jika kamu tidak menuruti rasa malas tersebut.

Buang jauh-jauh rasa malas, dan tingkatkan semangat kuliahmu! 🙂

 

5. Muncul keraguan tentang “Pentingnya Kuliah”

Muncul keraguan tentang “Pentingnya Kuliah”

Ini cukup sering terjadi ketika kita mendengar cerita tentang orang-orang yang mampu meraih kesuksesan tanpa menempuh pendidikan di bangku kuliah. Ya, ini memang benar adanya. Ada sebagian orang yang mampu sukses tanpa berkuliah.

Tapi, bukan berarti kuliah tak penting. Seperti yang dijelaskan pada poin pertama, pendidikan tetaplah penting meskipun tak menutup kemungkinan jika kita mampu sukses tanpa berkuliah.

Orang-orang yang sukses tanpa berkuliah bukan karena mereka tak ingin kuliah. Tapi kondisi lah yang terkadang memaksa mereka untung mengubur niat berkuliah. Misalnya saja masalah ekonomi yang membuat mereka tak punya dana untuk berkuliah.

Pada dasarnya sukses hanya dapat diraih ketika kita bersungguh-sungguh dalam meraih kesuksesan tersebut. Dan kuliah adalah awal dari kesungguhanmu dalam meraih kesuksesan tersebut. Jangan pernah menyerah dan berpikir bahwa “kuliah itu tidak penting”, karena kamu tak pernah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari.

Siapa tahu dengan kuliah bersungguh-sungguh dapat menjadi batu loncatanmu dalam meraih kesuksesan?

 

——————————————————–

Percaya deh, ketika kamu memiliki dana dan waktu yang cukup untuk berkuliah, jangan pernah menyia-nyiakan hal tersebut. Karena di luar sana ada banyak orang yang sangat ingin menempuh bangku kuliah tapi tidak bisa karena tuntutan kondisi.

So, hati-hati dengan 5 poin diatas ya!

Lanjutkan kuliahmu dengan baik, karena akan selalu ada hal baik yang muncul setelah kita melakukan hal yang baik pula! Semangat! 🙂

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *