Tag: story

Hidup Nomaden sebagai Anak Rantau, Pindah Kos Lagi

Hidup Nomaden sebagai Anak Rantau, Pindah Kos Lagi

Seperti yang tertera pada judul, sekitar satu minggu yang lalu aku pindah kos lagi. Jika dihitung, selama hampir empat tahun di Jakarta ini rasanya aku sudah pindah kos sebanyak empat kali ahahahaha. Jumlah itu terbilang cukup banyak jika dibandingkan dengan teman-teman seperjuanganku, yang juga hampir empat tahun di Jakarta.

Kenapa sering pindah kosan?

Well, kebutuhan guys. Hehehe.

Perpindahanku dari satu kos ke kos yang lainnya pun jelas tak luput dari alasan penting yang akhirnya memaksa aku untuk pindah. Sebenarnya males sih kalau harus sering pindah kos. Mindahin barangnya itu loh, ribet! Tapi ya mau bagaimana lagi? Lagi-lagi masalah kebutuhan.

Okay, i will explain the reason why i always moving.

Keheningan dalam Pertemuan

[Surat Cinta untuk Evan] Keheningan dalam Pertemuan

“Keheningan dalam Pertemuan”

Sabtu, 03 Februari 2018

 

Bagaimana kabarmu Evan?

Semoga selalu sehat ya,.

Ingatkah kamu beberapa hari yang lalu?

Rabu lalu saat kita berada pada satu acara.

Serius, aku tak menyangka akan menemukanmu ditengah keramaian itu.

Dan lagi, aku tak menyangka jika perusahaan tempat kita bekerja rupanya saling bekerjasama.

Ah, aku masih ingat betul detik itu.

[PART 2 - LAST] Nenek Rambut Kuning

[PART 2 – LAST] Nenek Rambut Kuning

[PART 1] Nenek Rambut Kuning

 

“Ya ampuunn neneekk,..” teriakku keras karena kaget melihat kondisi nenek yang tergeletak lemas dengan bekas darah di sekitar mulut dan dan di telapak tangan beliau. Denyut nadi beliau terdengar samar-samar. Saat itu juga aku langsung menelepon ambulance.

Sambil menunggu ambulance aku membaca beberapa doa agar nenek tersebut bisa selamat. Namun, bacaan doaku terhenti ketika melihat sebuah buku berukuran A5 yang ada di dekat nenek lengkap dengan sebuah bulpoin. Buku tersebut tak lagi terlihat baru, namun sangat menjelaskan bahwa usia buku tersebut telah puluhan tahun. Warna kertas buku tersebut sebagian telah berubah menjadi coklat muda. Tekstur kertasnya pun telah rapuh.

Tanpa sadar aku telah membuka lembar demi lembar dari buku nenek tersebut. Kubaca setiap kata yang beliau goreskan diatas lembaran-lembaran tersebut. Dari sembilan halaman pertama, aku mengetahui bahwa nenek Marni adalah seorang janda sejak umur 35 tahun. Kematian suami beliau yang tepat setelah acara pernikahan membuat beliau mengalami stress dan depresi berat. Beliau menutup diri dari dunia luar selama 35 tahun. Rumah bagus yang dulu beliau tempati telah dijual demi memenuhi kebutuhan hidup nenek. Awalnya nenek mengontrak rumah yang masih cukup layak.

[Surat Cinta untuk Evan] Liburan di Bali

[Surat Cinta untuk Evan] Liburan di Bali

“Liburan di Bali”

Sabtu, 6 Januari 2018

 

Selamat Tahun Baru Evan,.

Aku baru bisa menuliskan surat ini sekarang karena akhir tahun 2017 aku liburan di Bali bersama keluarga.

Menyenangkan, tapi aku merasa sesak diwaktu yang bersamaan.

Awalnya aku tak peduli.

Tapi rasa sesak itu semakin terasa ketika aku berada di Pantai Kuta.

Beberapa kali aku datang ke pantai tersebut, rasa sesak itu masih sama dan selalu datang.

Aku penasaran dan terus mencari dari mana rasa sesak itu datang.

Nenek Rambut Kuning

[PART 1] Nenek Rambut Kuning

Siang hari yang sama seperti biasanya, dengan jalanan yang sama dan aktivitas yang sama. Aku bosan. Hariku selalu sama saja dengan biasanya, tak ada hal yang menarik satupun. Terkadang aku ingin mencoba menjadi orang lain. Menjalani kehidupan yang berbeda, menjalani kehidupan yang tak lagi monotone.

“Haaahh,. Tapi mana bisa? Memangnya ini dongeng yang bisa dengan mudah berharap hal-hal aneh kemudian akan dikabulkan?” ucapku dalam hati sambil sedikit tertawa.

Teman-temanku pun begitu. Rasanya aku mulai bosan berteman dengan orang-orang yang sama. Aku peduli pada mereka, aku sayang mereka dan mereka pun begitu padaku. Tapi entahlah, terkadang aku merasa bosan dengan mereka.

Suatu hari aku mencoba hal lain. Sebenarnya hanyalah hal kecil, tapi apa salahnya dicoba. Siapa tahu dengan begitu aku menemukan hal baru yang menarik. Aku mencoba melalui jalanan yang berbeda. Biasanya aku selalu melewati jalanan perumahan ketika berangkat dari rumah ke kampus. Tapi hari itu aku mencoba melewati jalan raya yang cukup ramai dengan berbagai macam kendaraan.

Jarak kedua jalanan itu sebenarnya tak terlalu berbeda. Hanya saja jika melewati jalan raya aku harus melewati tiga tikungan, sedangkan jika melewati perumahan aku hanya perlu melewati satu tikungan.