Tag: perasaan

[PART 2 - LAST] Nenek Rambut Kuning

[PART 2 – LAST] Nenek Rambut Kuning

[PART 1] Nenek Rambut Kuning

 

“Ya ampuunn neneekk,..” teriakku keras karena kaget melihat kondisi nenek yang tergeletak lemas dengan bekas darah di sekitar mulut dan dan di telapak tangan beliau. Denyut nadi beliau terdengar samar-samar. Saat itu juga aku langsung menelepon ambulance.

Sambil menunggu ambulance aku membaca beberapa doa agar nenek tersebut bisa selamat. Namun, bacaan doaku terhenti ketika melihat sebuah buku berukuran A5 yang ada di dekat nenek lengkap dengan sebuah bulpoin. Buku tersebut tak lagi terlihat baru, namun sangat menjelaskan bahwa usia buku tersebut telah puluhan tahun. Warna kertas buku tersebut sebagian telah berubah menjadi coklat muda. Tekstur kertasnya pun telah rapuh.

Tanpa sadar aku telah membuka lembar demi lembar dari buku nenek tersebut. Kubaca setiap kata yang beliau goreskan diatas lembaran-lembaran tersebut. Dari sembilan halaman pertama, aku mengetahui bahwa nenek Marni adalah seorang janda sejak umur 35 tahun. Kematian suami beliau yang tepat setelah acara pernikahan membuat beliau mengalami stress dan depresi berat. Beliau menutup diri dari dunia luar selama 35 tahun. Rumah bagus yang dulu beliau tempati telah dijual demi memenuhi kebutuhan hidup nenek. Awalnya nenek mengontrak rumah yang masih cukup layak.

Nenek Rambut Kuning

[PART 1] Nenek Rambut Kuning

Siang hari yang sama seperti biasanya, dengan jalanan yang sama dan aktivitas yang sama. Aku bosan. Hariku selalu sama saja dengan biasanya, tak ada hal yang menarik satupun. Terkadang aku ingin mencoba menjadi orang lain. Menjalani kehidupan yang berbeda, menjalani kehidupan yang tak lagi monotone.

“Haaahh,. Tapi mana bisa? Memangnya ini dongeng yang bisa dengan mudah berharap hal-hal aneh kemudian akan dikabulkan?” ucapku dalam hati sambil sedikit tertawa.

Teman-temanku pun begitu. Rasanya aku mulai bosan berteman dengan orang-orang yang sama. Aku peduli pada mereka, aku sayang mereka dan mereka pun begitu padaku. Tapi entahlah, terkadang aku merasa bosan dengan mereka.

Suatu hari aku mencoba hal lain. Sebenarnya hanyalah hal kecil, tapi apa salahnya dicoba. Siapa tahu dengan begitu aku menemukan hal baru yang menarik. Aku mencoba melalui jalanan yang berbeda. Biasanya aku selalu melewati jalanan perumahan ketika berangkat dari rumah ke kampus. Tapi hari itu aku mencoba melewati jalan raya yang cukup ramai dengan berbagai macam kendaraan.

Jarak kedua jalanan itu sebenarnya tak terlalu berbeda. Hanya saja jika melewati jalan raya aku harus melewati tiga tikungan, sedangkan jika melewati perumahan aku hanya perlu melewati satu tikungan.