Tag: love

Surat Terakhir Untukmu

[Surat Cinta untuk Evan] Surat Terakhir Untukmu

“Surat Terakhir Untukmu”

Sabtu, 10 Februari 2018

 

Sejak pertemuan kita hari itu, rasanya aku bahkan masih tak bisa menghapus perasaan ini.

Kamu sudah menyakitiku, tapi kenapa aku masih bertahan?

Bodoh ya aku hehehe.

Kamu saja tak menganggapku teman, Evan. Segitu nggak pentingnya ya aku? hehehe.

Dan beberapa hari yang lalu aku akhirnya memutuskan untuk menulis surat ini sebagai surat terakhir untukmu.

Ya, aku tak akan lagi mengirimkan surat yang tak berguna ini.

Keheningan dalam Pertemuan

[Surat Cinta untuk Evan] Keheningan dalam Pertemuan

“Keheningan dalam Pertemuan”

Sabtu, 03 Februari 2018

 

Bagaimana kabarmu Evan?

Semoga selalu sehat ya,.

Ingatkah kamu beberapa hari yang lalu?

Rabu lalu saat kita berada pada satu acara.

Serius, aku tak menyangka akan menemukanmu ditengah keramaian itu.

Dan lagi, aku tak menyangka jika perusahaan tempat kita bekerja rupanya saling bekerjasama.

Ah, aku masih ingat betul detik itu.

Line Webtoon - Baper di My Pre-Wedding

Line Webtoon – Baper di My Pre-Wedding

Platform: Line Webtoon

Judul Komik: My Pre-Wedding

Author: Annisa Nisfihani

 

Pecinta cogan sangat dianjurkan untuk mampir di webtoon ini ahahaha.

Flashback sebentar yak! My Pre-Wedding ini termasuk salah satu komik yang aku baca saat awal akuĀ install Line Webtoon. Dulu sebenernya nggak pernah kepikiran akan suka dengan dunia komik. Tapi gara-gara lihat cogan bertebaran di komik, aku jadi suka banget sama komik ahahaha. Bukan maniak, karena aku cuma baca komik-komik online yang full color. Sejauh ini baru satu buku komik yang aku punya. Karena gimana ya, rata-rata komik di buku itu hitam putih dan aku kurang suka baca komik yang hitam putih hehe.

Oke, kembali ke pokok pembahasan! Hehehehe…

[Surat Cinta untuk Evan] Liburan di Bali

[Surat Cinta untuk Evan] Liburan di Bali

“Liburan di Bali”

Sabtu, 6 Januari 2018

 

Selamat Tahun Baru Evan,.

Aku baru bisa menuliskan surat ini sekarang karena akhir tahun 2017 aku liburan di Bali bersama keluarga.

Menyenangkan, tapi aku merasa sesak diwaktu yang bersamaan.

Awalnya aku tak peduli.

Tapi rasa sesak itu semakin terasa ketika aku berada di Pantai Kuta.

Beberapa kali aku datang ke pantai tersebut, rasa sesak itu masih sama dan selalu datang.

Aku penasaran dan terus mencari dari mana rasa sesak itu datang.

[PART 5 - LAST] Kertas yang Membawaku Padamu

[PART 5 – LAST] Kertas yang Membawaku Padamu

[PART 1] Kertas yang Membawaku Padamu

[PART 2] Kertas yang Membawaku Padamu

[PART 3] Kertas yang Membawaku Padamu

[PART 4] Kertas yang Membawaku Padamu

 

Diantara ramainya kafe yang berada tak jauh dari kosanku, kita terdiam. Sebuah kentang goreng dan dua gelas jus jeruk menjadi saksi bisu keheningan kita saat itu.

“Gimana kabar kamu Okta?” ucap Pak Hendra memecah keheningan antara aku dan beliau.

“Alhamdulillah baik Pak” balasku.

“Kenapa beberapa hari ini nggak masuk?” balas Pak Hendra dengan pertanyaan selanjutnya.

“Ehm iya Pak, agak nggak enak badan beberapa hari ini” ucapku menutupi kenyataan yang sebenarnya.

“Oh gitu. Tapi sekarang uda mendingan kan? Atau masih nggak enak badan?”

“Sekarang uda membaik kok Pak”

“Ok langsung aja ke intinya ya. Maaf sebelumnya karena belakangan saya sering menghubungi kamu. Itu karena memang ada hal penting yang perlu saya bicarakan dengan kamu dari terakhir kali kamu ikut kelas saya. Yang waktu kamu minta ijin karena sakit perut”

Beliau terdiam sejenak dengan tangan mengambil sebuah buku catatan berukuran seperti buku tulis pada umumnya, kemudian beliau mengambil sebuah kertas kecil yang diletakkan tepat di belakang sampul buku tersebut.