Mengenal Hidup, Belajar Lebih Menghargai Uang

Berbicara soal uang memang semua orang pasti butuh benda yang satu ini. Tanpa uang kita akan kesulitan untuk sekedar memenuhi kebutuhan perut. Terlihat remeh tapi tak semua orang dapat memenuhi kebutuhan yang satu ini secara mudah. Ada sebagian orang yang memang sudah lancar dalam mengumpulkan uang, namun ada pula sebagian orang yang kesulitan mengumpulkan uang meski hanya recehan.

Kesulitan inilah yang akhirnya membuat aku bisa belajar tentang betapa pentingnya sebuah recehan. Betapa pentingnya selembar uang kertas.

Pada dasarnya aku memang bukan tipe yang maniak belanja. Bukan sombong, aku suka belanja tapi nggak maniak. Namun terkadang aku juga khilaf hehehehe. Bukan khilaf belanja seperti baju atau hal-hal primer lain, tapi aku lebih khilaf pada hal-hal remeh dan sebenarnya malah nggak penting hahahaha.

Voucher Game, Merchandise Komik.

Nah, dua hal itu adalah hal yang sangat remeh, tapi aku pernah rela ngeluarin uang yang menurutku nominalnya besar hanya demi itu wkwkwk. Sebenarnya ada hal lain juga sih, seperti makanan. Yah pada dasarnya aku memang susah kontrol hobi yang satu ini hehehe. Aku selalu khilaf kalau lihat makanan enak. Bahkan sampai nggak peduli dengan harganya, selama aku uda pengen ya harus beli itu makanan wkwkwk.

Hanya berlaku untuk makanan yang susah dikontrol. Kalau soal baju, tas, aksesoris itu aku emang dasarnya nggak terlalu suka jadi yaa nggak pernah sampe yang harus beli gitu hehehe.

Itu dulu, susah banget yang namanya mengontrol pengeluaran.

Tapi sekarang, alhamdulillah sudah mulai bisa mengurangi beli hal-hal yang nggak penting. Makan pun sudah nggak se-maniak dulu hehehe. Sekarang kalau pengen tapi mahal ya nggak jadi beli wkwkwk.

Kenapa gitu ??

People changes. Meskipun bukan perubahan besar, tapi menurutku itu perubahan yang cukup berarti buat aku yang susah mengontrol uang.

Begitu banyak hal yang terjadi di hidup aku membuat aku perlahan sadar beberapa kesalahanku dan mulai memperbaikinya. Terbilang lambat sebenarnya, karena aku baru menyadarinya setelah dua tahun mengalaminya. Tapi menurutku daripada tidak diubah sama sekali, akan lebih baik jika kita berusaha perlahan memperbaikinya kan?

Dari banyaknya hal yang terjadi itu tentu saja juga berpengaruh pada keuanganku. Mengingat aku adalah anak rantau yang sedang kuliah dan sambil bekerja. Dalam arti lain aku pun mencari uang sendiri. Yah pada dasarnya orang tua belum sepenuhnya melepaskan, masih dapat kiriman hampir setiap bulan. Tapi masa iya mau pakai uang itu terus-terusan? Enggak dong!

Akhirnya aku belajar untuk mulai menghemat uang sehemat mungkin. Nggak lagi ngeluarin uang untuk hal-hal yang nggak penting.

Cara lain untuk mempermudah penghematan pun aku sering mengingat orang-orang yang ada di pinggir jalan. Atau ketika sedang ada di jalan kemudian melihat orang-orang yang tinggal dijalanan, alhamdulillah selalu mengingatkanku. Membuat aku selalu ingat untuk selalu bersyukur dan nggak boleh boros. Karena masih banyak orang diluar sana yang hidupnya lebih sulit daripada aku.

Mana pantas aku yang masih berkecukupan ini untuk mengeluh karena nggak bisa membeli hal-hal remeh?

Yuk, lebih bersyukur, hemat dan lebih menghargai uang. Daripada mengeluarkannya untuk hal-hal nggak penting, alangkah lebih baik kalau uang tersebut digunakan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang kesulitan.

 

——————————————————————-

So, that’s it!

Sedikit share tentang kegiatan dan kejadian menakjubkan yang aku alami.

Semoga bisa bermanfaat!

Thanks for reading and have a nice day. 🙂

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *