Membaca buku favorit

Kaprodi Baru, Penyemangat di Semester Tua yang Penuh Drama

Kuliah tak selamanya mudah. Tapi kuliah pun tak selamanya menyebalkan hehe. Aku bersyukur di semester tua ini bertemu dengan dosen baru yang cukup berpengaruh pada kuliahku. Ya, beliau adalah dosen baru tapi percaya nggak kalau beliau kini diangkat menjadi Kaprodi? Padahal dari info yang aku dapat, lama beliau bekerja di kampus tempat aku kuliah itu baru sekitar satu tahun an. Amazing right?

Tapi bukan hal itu yang membuat beliau menjadi dosen favorit. Semua bermula ketika aku mendapat kelas beliau untuk yang pertama kalinya, mata kuliah PL/SQL. Tanggapan pertama tentang beliau itu biasa saja, hanya terlihat masih muda ( memang masih muda sih, kelahiran 91 ) itu saja. Namun, semua berubah ketika ditengah perkuliahan beliau memberikan ijin untuk kita ( mahasiswa/i ) melakukan sholat dhuha. Seketika aku kaget dan pandanganku pada beliau berubah, aku menjadi kagum dengan beliau. Dari awal kuliah sampai detik itu, baru dosen tersebut yang memberikan kita ijin untuk sholat dhuha tanpa diminta pun.

Hanya dengan satu moment itu aku menjadikan beliau sebagai dosen favorit. Tapi jangan salah, selain karena hal tersebut cara mengajar beliau pun memang menyenangkan dan beliau sangat memperhatikan mahasiswa/i nya. Dalam artian jika ada mahasiswa/i yang masih belum paham, beliau rela mengajarkan sampai kita benar-benar paham, tanpa ketinggalan sedikitpun.

Semester lalu aku seneng banget karena dapat satu kelas beliau. Saat di kelas PL/SQL aku jarang banget ketemu beliau, karena kelas tersebut diambil pada semester pendek yang hanya satu bulan dan hanya empat kali pertemuan. Itu pun aku hanya masuk tiga kali pertemuan karena pertemuan pertama berhalangan hadir ( re: bolos hahaha ). Nggak nyangka juga sih kok bisa dapat kelas beliau di semester enam lalu wkwkwk. Yang bikin makin seru adalah mata kuliah yang beliau berikan itu adalah mata kuliah favorit aku. Dosen favorit ditambah dengan mata kuliah favorit, fix sih ini perpaduan yang komplit pake banget ahahahaha.

Masa-masa semester enam pun berakhir. Sekarang aku berada di masa transisi menuju semester tujuh. Ada sedikit harapan untuk dapat mata kuliah beliau lagi, ingat! hanya sedikit ya hehe. Kenapa hanya sedikit? Karena aku sudah dapat kelas beliau dua kali dengan mata kuliah yang berbeda. Jadi, pikirku akan kecil kemungkinan dapat kelas beliau lagi karena sepertinya nggak ada dosen yang mengajar lebih dari dua mata kuliah yang berbeda, ini pikirku ya. Tapi ternyata Allah masih mengijinkan aku bertemu beliau hihihi.

Sebenarnya aku cuma punya firasat dapat kelas beliau di satu mata kuliah doang, karena sekilas pernah lihat info kalau beliau juga mengajar mata kuliah tersebut. Namun, yang membuat aku kaget bukan main adalah rupanya aku dapat dua kelas beliau di semester tujuh nanti, yeaaay! Firasat cuma dapat satu, eh malah dapat bonus jadinya dua hehehe. Alhamdulillah, rejeki nggak boleh ditolak wkwkwk. Nggak nyesel ambil dua mata kuliah tersebut di semester tua wkwkwk, karena dua mata kuliah itu sebenarnya adalah mata kuliah di semester-semester sebelumnya.

Ada beberapa faktor yang membuat aku baru bisa ambil dua mata kuliah tersebut di semester tua ini. But the reason is secret! Ahahahaha.

Kenapa Drama ??

Anyway, kenapa aku bilang semester tua ini penuh drama? karena ada banyak hal yang terjadi di masa transisi kali ini. Mulai dari KRS yang bermasalah, dimana banyak sekali mahasiswa yang belum mengambil mata kuliah wajib padahal sudah semester tua. Alhasil banyak mahasiswa yang komplai ke kaprodi. Selain itu, karena ini adalah semester tua, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Mulai dari memperhatikan syarat-syarat pengambilan skripsi untuk semester delapan nanti, sampai dengan syarat kelulusan nanti.

Salah satu syaratnya adalah dengan memenuhi beberapa mata kuliah wajib dengan nilai minimal yang telah ditentukan. Adanya perubahan pada kurikulum baru membuat kami mahasiswa kurikulum lama menjadi kebingungan juga untuk menyesuaikannya. Karena di sistem online kampus pun sudah pakai kurikulum lama. Dan jadilah lagi-lagi kaprodi yang kena protes hihihi.

Aku pribadi sebenarnya alhamdulillah nggak terlalu bermasalah dengan KRS. Karena mata kuliah yang aku ambil sudah sesuai semua. Tapi aku menjadi bermasalah karena memastikan mata kuliah yang aku ambil itu sudah sesuai atau belum dengan syarat skripsi sesuai dengan kurikulum yang baru wkwkwk. Beruntungnya, kaprodi memberikan jalan tengah. Memberikan kemudahan untuk mahasiswa dengan kurikulum lama, dengan memberikan beberapa keringanan. Dan alhamdulillah masalah KRS pun kelar hehehehe.

Semester tujuh pun sudah didepan mata. Melihat jadwalku yang menyenangkan karena dapat dua matkul beliau sekaligus, aku pun jadi nggak sabar untuk segera memulai semester tujuh hihihi. Semangaaattt kuliaahh!!

 

——————————————————————-

So, that’s it!

Sedikit share tentang kegiatan dan kejadian menakjubkan yang aku alami.

Semoga bisa bermanfaat!

Thanks for reading and have a nice day. 🙂

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *