Hari: 25 Juni 2018

[PART 2] Hujan di Bawah Payung

[PART 1] Hujan di Bawah Payung

 

Pertemuan pertama kami adalah saat ibu kami mengadakan arisan ibu-ibu kompleks. Saat lokasi arisan adalah di rumahku, tante Mona datang bersama anaknya, yaitu Dio dan memperkenalkan dia ke semua ibu-ibu arisan. Wajahnya sangat lucu saat itu, ia terlihat sangat malu dengan wajahnya yang merah dan bersembunyi dibalik badan tante Mona. Aku yang merasa kasihan pun akhirnya menyapa Dio terlebih dahulu. Beberapa kali ajakanku untuk bermain bersama ditolak oleh Dio, ia masih teguh bersembunyi dibalik badan tante Mona. Sampai saat aku berkata “Kamu mau nggak jadi sahabat aku? Nanti kita main bareng terus. Ya?”. Kemudian perlahan ia melepas genggamannya pada baju tante Mona dan berjalan ke arahku. Ku gapai tangannya, dan sejak saat itu hubungan kami menjadi semakin dekat sebagai sahabat.

“Ya ampun Dio kamu dulu ngumpet-ngumpet kayak anak kucing tau ga sih hahaha…. Hhhmm aku jadi keinget kenapa kamu nempelin stiker ini.”