Hari: 22 Desember 2017

[PART 5 - LAST] Kertas yang Membawaku Padamu

[PART 5 – LAST] Kertas yang Membawaku Padamu

[PART 1] Kertas yang Membawaku Padamu

[PART 2] Kertas yang Membawaku Padamu

[PART 3] Kertas yang Membawaku Padamu

[PART 4] Kertas yang Membawaku Padamu

 

Diantara ramainya kafe yang berada tak jauh dari kosanku, kita terdiam. Sebuah kentang goreng dan dua gelas jus jeruk menjadi saksi bisu keheningan kita saat itu.

“Gimana kabar kamu Okta?” ucap Pak Hendra memecah keheningan antara aku dan beliau.

“Alhamdulillah baik Pak” balasku.

“Kenapa beberapa hari ini nggak masuk?” balas Pak Hendra dengan pertanyaan selanjutnya.

“Ehm iya Pak, agak nggak enak badan beberapa hari ini” ucapku menutupi kenyataan yang sebenarnya.

“Oh gitu. Tapi sekarang uda mendingan kan? Atau masih nggak enak badan?”

“Sekarang uda membaik kok Pak”

“Ok langsung aja ke intinya ya. Maaf sebelumnya karena belakangan saya sering menghubungi kamu. Itu karena memang ada hal penting yang perlu saya bicarakan dengan kamu dari terakhir kali kamu ikut kelas saya. Yang waktu kamu minta ijin karena sakit perut”

Beliau terdiam sejenak dengan tangan mengambil sebuah buku catatan berukuran seperti buku tulis pada umumnya, kemudian beliau mengambil sebuah kertas kecil yang diletakkan tepat di belakang sampul buku tersebut.